Kampanye Keluarga Harmonis Bendung Bahaya Akses Situs Porno
Ditulis oleh pakarit di/pada Januari 11, 2008
JAKARTA–MEDIA: Kampanye keluarga harmonis sangat penting untuk mencegah anak-anak khususnya para pelajar, dari bahaya mengakses situs-situs porno.
Dengan adanya kampanye keluarga harmonis, diharapkan akan tumbuh kualitas komunikasi yang erat antara orang tua dan anak-anak serta remaja, terutama dalam mengarahkan anak-anak terhadap segala bentuk negatif dari kemajuan teknologi.
“Hanya dengan itu, orang tua bisa mencegah anak-anak dari bahaya akses situs-situs porno, karena globalisasi yang ditandai dengan kemajuan teknologi informasi sangat sulit dibendung,” ujar psikolog pendidikan Seto Mulyadi saat dihubungi Media Indonesia, Sabtu (5/1).
Kak Seto, biasa ia disapa, mengungkapkan ada kecenderungan selama ini karena kesibukan orang tua dalam bekerja, mengarah pada menurunnya intensitas komunikasi antara orang tua dan anak-anak.
“Akibatnya, sejumlah anak pun, yang juga masih labil, sering mencari pelarian dari orang tua. Hal itu kemudian dimanfaatkan oleh segelintir orang yang tidak bertanggung jawab, salah satunya dengan menyodorkan situs-situs porno,” jelas Kak Seto.
Alhasil, selain situs porno itu mereka akses di luar jam pelajaran, atau seusai pulang sekolah di warung internet (warnet) terdekat. Bahkan di sekolah jika kurang mendapat pengawasan dari guru.
“Artinya, selain kampanye keluarga harmonis, guru-guru di sekolah juga mesti turun tangan mengawasi penggunaan jaringan internet di sekolah,” kata Kak Seto.
Sementara itu, Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan Departemen Pendidikan Nasional Lilik Gani menyadari, salah satu titik lemah dalam akses jaringan internet di sekolah, yakni dari sisi keamanan jaringan yang belum efektif.
“Untuk itu, karena baru tahun ini menjadi kewenangan unit kami, mulai 2008, Depdiknas memastikan, pada tahun ini, masalah keamanan jaringan internet dari situs-situs porno akan diselesaikan dalam waktu dekat dan sesegera mungkin,” ujar Lilik.
Caranya yakni dengan melakukan kontrol secara terpusat hingga ke provinsi, kabupaten/kota dan sekolah. “Selain itu, juga akan dipasang software aplikasi, untuk mem-blok situs-situs porno tersebut, serta merekam dan mendeteksi secara dini lokasi yang mencoba membuka-buka situs-situs porno, di lingkungan sekolah,” jelas Lilik Gani. (Dik/OL-03)